Implementasi Model Inquiry Learning dalam Mengembangkan Potensi Membaca Al Qur’an Peserta Didik di MAPK Al Hidayah Termas Baron Nganjuk
DOI:
https://doi.org/10.33507/pai.v5i1.4040Keywords:
Inquiry Learning, pembelajaran Al-Qur’an, potensi membaca,Abstract
Pola pembelajaran yang didominasi metode ceramah dan talaqqi menyebabkan peserta didik lebih banyak menerima informasi secara pasif tanpa melalui proses berpikir kritis dan reflektif. Kondisi tersebut berdampak pada belum maksimalnya pengembangan potensi membaca Al-Qur’an, baik dari aspek pemahaman kaidah tajwid, keterampilan membaca, maupun sikap dan motivasi belajar. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan kemandirian peserta didik, salah satunya melalui penerapan model Inquiry Learning yang menekankan pada proses penemuan pengetahuan secara mandiri.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji perencanaan pembelajaran Al-Qur’an berbasis Inquiry Learning, (2) menganalisis pelaksanaan model Inquiry Learning dalam meningkatkan potensi membaca Al-Qur’an peserta didik, serta (3) mengidentifikasi respon peserta didik terhadap penerapan model tersebut di MAPK Al Hidayah Termas Baron Nganjuk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Narasumber penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru mata pelajaran Al-Qur’an, serta peserta didik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran dilaksanakan secara terarah dan sistematis dengan melibatkan peran kepala madrasah dalam penentuan kebijakan, waka kurikulum dalam pengembangan perangkat pembelajaran, serta guru dalam penyusunan modul ajar dan LKPD berbasis inkuiri; (2) pelaksanaan pembelajaran menunjukkan adanya perubahan menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, di mana peserta didik aktif dalam proses mengamati, bertanya, mengumpulkan data, menganalisis, dan menyimpulkan, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator; (3) respon peserta didik mengalami perubahan bertahap, dari kebingungan awal menjadi antusias, aktif, serta lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur’an, disertai peningkatan motivasi dan pemahaman terhadap kaidah tajwid.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








1.png)

