Dari Henna ke Kuteks Halal: Transformasi Estetika, Religiusitas, dan Budaya Konsumsi Muslimah

Penulis

  • Iqlima Fahrunisa UIN Sunan Kalijaga

Kata Kunci:

Kuteks Halal, Budaya Konsumsi, Muslimah

Abstrak

Artikel ini membahas evolusi praktik berhias kuku, mulai dari penggunaan henna tradisional hingga hadirnya kuteks halal modern yang semakin populer di kalangan perempuan Muslim. Pembahasan ini tidak hanya menyoroti perubahan bentuk dan fungsi menghias kuku, tetapi juga bagaimana estetika dan religiusitas saling bertemu, saling menegosiasikan ruang, serta membentuk budaya konsumsi Muslimah di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh melalui penelusuran intensif terhadap buku-buku akademik, artikel jurnal, laporan penelitian, dan literatur lainnya yang relevan. Melalui kajian historis dan analisis wacana, tulisan ini menunjukkan bahwa praktik berhias kuku merupakan cermin perubahan sosial-keagamaan yang terjadi dalam kehidupan perempuan Muslim kelas menengah. Mereka tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi juga agen yang aktif menegosiasikan makna kesalehan, keindahan, dan kepraktisan dalam kehidupan sehari-hari. Kuteks halal, dalam konteks ini, menjadi representasi dari aspirasi perempuan Muslim modern yang ingin tetap tampil menarik sekaligus mempertahankan komitmen spiritual, serta menjadikan kuteks halal sebagai produk yang tidak sekadar kosmetik, melainkan gaya hidup dan simbol identitas.

Referensi

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

Dari Henna ke Kuteks Halal: Transformasi Estetika, Religiusitas, dan Budaya Konsumsi Muslimah. (2025). JURNAL MAEN. Jurnal of Management, Economics, and Entrepreneur, 4(2), 205-227. https://ejournal.iainu-kebumen.ac.id/index.php/maen/article/view/3457

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama