Penanganan Pembiayaan Gadai Bermasalah pada BMT Syariah NU Ngasem Kantor Cabang Paron Kabupaten Ngawi

Penulis

  • Siti Sulandari Institut Agama Islam Ngawi
  • Kasmiati Kasmiati Institut Agama Islam Ngawi

DOI:

https://doi.org/10.33507/lab.v8i01.1786

Kata Kunci:

Rahn, Pembiayaan Bermasalah, Penyelesaian

Abstrak

Pembiayaan adalah pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan. Dalam Lembaga keuangan perbankan Syariah pembiayan merupakan asset yang harus dihajar kualitasnya dengan mendasar pada prinsip kehati-hatian. Rahn adalah merupakan salah satu bentuk perjanjian utang piutang, yang mana mendapatkan sautu kepercayaan dari orang yang berpiutang. Pembiayaan Rahn Tasjily adalah akad yang dimana menjamin suatu barang atas utang seorang, dimana kesepakatan diantara kedua belah pihak menyatakan bahwa peminjam hanya menyerahkan bukti sah kepemilikannya kepada si penerima jaminan (murtahin), sehingga fisik dari barang jaminan tersebut tetap berada dalam penguasaan dan pemanfaatan pemberi jaminan (rahin). Realisasi pembiayaan bukan tahap terakhir dari proses pembiayaan karena mustahil dalam jangka waktu yang panjang tidak terjadi pembiayaan bermasalah. Yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana metode penanganan

yang diterapka oleh BMT dalam upaya penyekesaian pembiayaan bermasalah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu dengan penelitian lapangan. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Dari
hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penyelesaian pembiayan bermasalah di
BMT NU Ngasem cabang Paron mengunakan tiga metode yakni metode pendekatan,
Restructuring (Penataan kembali), dan rescheduling (Penjadwalan kembali).
Kata Kunci : Rahn, Pembiayaan bermasalah, Penyelesaian

Referensi

Diterbitkan

2024-06-28

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Penanganan Pembiayaan Gadai Bermasalah pada BMT Syariah NU Ngasem Kantor Cabang Paron Kabupaten Ngawi. (2024). LABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 8(01), 50-62. https://doi.org/10.33507/lab.v8i01.1786

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama