REKAM JEJAK ARSITEKTUR LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: DARI KUTTAB KLASIK HINGGA EVOLUSI PESANTREN DAN MADRASAH MODERN DI INDONESIA

Authors

  • Agus Salim Chamidi IAINU Kebumen
  • Bahrun Ali Murtopo

DOI:

https://doi.org/10.33507/wy3d8894

Keywords:

arsitektur lembaga pendidikan Islam, kuttab, pesantren, madrasah, Maqashidut Tarbiyah, Maqashidus Syari'ah, OBE, Kurikulum Berbasis Cinta

Abstract

Penelitian ini mengkaji rekam jejak evolusi arsitektur lembaga pendidikan Islam secara kronologis, mulai dari ruang domestik di Makkah pada masa Nabi SAW hingga madrasah transformatif modern di Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis, penelitian ini menelusuri perubahan fisik dan tata kelola institusi pendidikan Islam melalui enam fase utama: era Nabi SAW, Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Dinasti Fatimiyah, dan era Indonesia dari masa kolonial Belanda hingga kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap perubahan arsitektur lembaga pendidikan Islam bukan sekadar respons terhadap faktor eksternal, melainkan merupakan manifestasi ijtihad spasial-manajerial yang bertumpu pada dua kerangka filosofis utama: Maqashidut Tarbiyah (tujuan-tujuan pendidikan Islam) dan Maqashidus Syari'ah (tujuan-tujuan syariat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa fleksibilitas adaptif peradaban Islam dalam mentransformasi ruang belajar menjadi kunci keberlangsungan transmisi ilmu lintas generasi. Pada era kontemporer, integrasi Outcome-Based Education (OBE), deep learning, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan kelanjutan sah dari ijtihad tersebut demi mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Published

2026-07-14

Issue

Section

Articles

How to Cite

REKAM JEJAK ARSITEKTUR LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: DARI KUTTAB KLASIK HINGGA EVOLUSI PESANTREN DAN MADRASAH MODERN DI INDONESIA. (2026). Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam, 11(1). https://doi.org/10.33507/wy3d8894

Most read articles by the same author(s)