Meneladani Piagam Madinah: Praktik Toleransi dan Kerukunan di Pondok Pesantren Darul Hijrah
DOI:
https://doi.org/10.33507/qj8ejb98Kata Kunci:
Piagam Madinah, Toleransi, Pondok Pesantren, Moderasi Beragama.Abstrak
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi nilai-nilai Piagam Madinah sebagai landasan teologis dan sosiologis dalam membangun budaya toleransi di Pondok Pesantren Darul Hijrah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memahami dinamika kehidupan di lingkungan pesantren. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap berbagai kebijakan serta pola interaksi harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi prinsip ukhuwah dan kesetaraan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi diwujudkan secara konkret melalui integrasi kurikulum yang terencana, pembiasaan perilaku inklusif, serta keteladanan yang konsisten dari pengasuh pesantren. Temuan ini menegaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Hijrah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang menghargai perbedaan latar belakang santri secara dialogis. Simpulannya, praktik toleransi di lembaga ini telah bertransformasi menjadi identitas organisasi yang moderat, sehingga menjadikannya model pendidikan perdamaian yang sangat relevan untuk dikembangkan dalam konteks keberagaman masyarakat Indonesia.
Kata Kunci: Piagam Madinah, Toleransi, Pondok Pesantren, Moderasi Beragama.
ABSTRACT
This study aims to deeply analyze the implementation of the Charter of Medina’s values as a theological and sociological foundation for building a culture of tolerance at the Darul Hijrah Islamic Boarding School. Employing a qualitative method with a case study approach, this research seeks to understand the dynamics of life within the boarding school environment. Data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and documentation of institutional policies and daily interaction patterns. The results indicate that the internalization of ukhuwah (brotherhood) and equality principles is not merely theoretical but is concretely manifested through integrated curriculum, habitual inclusive behavior, and consistent mentorship from the school leaders. These findings confirm that Darul Hijrah successfully creates an educational ecosystem that values the diverse backgrounds of its students through a consistent dialogical approach. In conclusion, the practice of tolerance has evolved into an institutional identity, making it a highly relevant model of peace education for the diverse context of Indonesian society.
Keywords: Charter of Medina, Tolerance, Islamic Boarding School, Religious Moderation.
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.








1.png)

