Prinsip Moderasi Beragama dalam Kehidupan Bermasyarakat di Desa Sungai Batang

Penulis

  • Nikmatul Ulfa STAIN BENGKALIS
  • Nur Lailan Sari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.33507/pai.v3i2.1490

Kata Kunci:

Prinsip, Moderasi Agama, Kehidupan Masyarakat

Abstrak

Keberagaman suku dan budaya merupakan ciri khas yang terdapat di Indonesia. Indonesia memiliki berbagai macam agama dengan agama islam merupakan mayoritasnya. Dalam beragama dibutuhkan adanya keseimbangan untuk menciptakan adanya keadilan seperti hal nya yang dilakukan oleh Masyarakat Desa Sungai Batang. Desa Sungai Batang merupakan bagian pemekaran dari Desa Ketemputih. luas dari Desa Sungai Batang sekitar 37 km dengan kepadatan penduduk berjumlah 1.665 jiwa dan islam sebagai mayoritas agamanya. Moderasi yang dilakukan masyarakat Desa Sungai Batang merupakan bentuk toleransi dengan tidak adanya membedakan pandangan terhadap suku dan agama. Penelitian memiliki tujuan menganalisa pada konsep moderasi agama yang dilakukan untuk mendapatkan prinsip – prinsip yang diterapkan dalam bermoderasi agama pada kehidupan masyarakat Desa Sungai Batang. Metode yang digunakan pada penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan sampel data primer dan skunder. Setelah menganalisa kemudian didapatkan hasil yang berupa prinsip – prinsip  yang di terapkan dalam kehidupan berupa keseimbangan (tawazun), adil (i’tidal), toleransi (tasamuh), jalan tengah (tawassuth), musyawarah (syura), reformasi (ishlah), adab (tahadhdhur), persamaan (musawah), prioritas (aulawiyah), dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikar).

Referensi

Diterbitkan

2024-12-29

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Prinsip Moderasi Beragama dalam Kehidupan Bermasyarakat di Desa Sungai Batang. (2024). JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam, 3(2), 103-119. https://doi.org/10.33507/pai.v3i2.1490