Strategi Hybrid Pengumpulan Zakat di BAZNAS Kabupaten Siak
DOI:
https://doi.org/10.33507/lab.v9i02.3353Kata Kunci:
Zakat, Hibrida Strategy, Digitalitation, SWOT, IFAS–EFAS, BAZNAS SiakAbstrak
Studi ini mengembangkan strategi hibrida untuk penghimpunan zakat di BAZNAS Siak dengan mengombinasikan saluran tradisional (UPZ, layanan tatap muka) dengan saluran digital (pemotongan gaji pegawai negeri, QRIS, dompet elektronik, transfer bank). Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan perspektif manajemen strategis serta SWOT berbobot menggunakan matriks IFAS–EFAS berdasarkan data kinerja 2022–2024. Temuan menunjukkan bahwa saluran tradisional tetap penting untuk membangun kepercayaan dan melayani segmen senior, sedangkan saluran digital meningkatkan efisiensi, jangkauan, dan transparansi. Nilai IFAS 2,66 dan EFAS 2,53 menempatkan organisasi pada Kuadran I, yang menyerukan pertumbuhan terukur. Tindakan prioritas meliputi orkestrasi saluran (pemotongan gaji untuk kepatuhan rutin; QRIS/dompet elektronik untuk pembayaran sesuai permintaan; situs web untuk edukasi dan tanda terima), penguatan kapasitas dan SOP digital-terbantu di UPZ, integrasi data lintas saluran, serta perluasan pemotongan gaji dan kemitraan dengan bank/fintech syariah. Studi ini memberikan model hibrida yang dapat diimplementasikan bagi lembaga zakat yang beroperasi di konteks dengan adopsi teknologi yang masih rendah.





1.png)


