Paradigma Baru Konsumsi Islami: Islamisasi Konsep Utilitas Sebagai Kritik Atas Ekonomi Konvensional
DOI:
https://doi.org/10.33507/lab.v9i01.2755Kata Kunci:
Islamisasi, kepuasan, perilaku konsumsi, maslahah, dan maqashid syariahAbstrak
Konsumsi merupakan kegiatan rutin yang sering kali dipengaruhi oleh budaya konsumerisme yang berbasis kepuasan. Islamisasi ilmu pengetahuan diperlukan untuk mengarahkan perilaku konsumsi ke arah yang bermanfaat sesuai dengan nilai Islam. Islamisasi ilmu pengetahuan sangat penting, karena perspektif Barat sering kali memasukkan nilai-nilai yang bertentangan dengan pandangan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang konsep utilitas perilaku konsumsi dengan menghadirkan Islamisasi sebagai solusi atas kekurangan dasar ilmu ekonomi konvensional. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan konseptual dan analisis deskriptif dengan menggunakan kajian literatur dari berbagai sumber yang berkaitan dengan topik ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi Barat menekankan bahwa kepuasan (utilitas) meningkat dengan nilai guna yang lebih tinggi atau pemanfaatan yang maksimal (ishraf/berlebihan dan raghbah/nafsu), sedangkan konsumsi Islam mendasarkan nilai guna pada maslahah; kemanfaatan dan keberkahan; dan memprioritaskan kebutuhan dengan mengaplikasikan maqashid syariah.





1.png)


