Kontekstualisasi Doktrin ASWAJA Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Umat

Penulis

  • Mukhsinun Mukhsinun

DOI:

https://doi.org/10.33507/lab.v4i01.261

Kata Kunci:

NU, kontekstualisasi, aswaja, persoalan bangsa, ekonomi umat

Abstrak

Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Muslim paling berpengaruh di Indonesia harus berusaha untuk menggalakkan dakwahnya dalam semua dimensi. Hal itu dimaksudkan untuk menjangkau semua orang di lapisan multi-etnis masyarakat Indonesia. Hal ini adalah salah satu agenda penting untuk mengatasi berbagai macam masalah bangsa. Tulisan ini mencoba untuk mendefinisikan istilah “Aswaja” sebagai penyebaran ajaran Islam dalam yang bijaksana dan sederhana, tetapi mencakup semua aspek dari problematika kebangsaan. Tulisan ini menyimpulkan bahwa NU perlu untuk berusaha membangun program dan gerakan dalam isu ekonomi, isu politik, isu pendidikan, isu kesehatan dengan cara yang lebih baik. Jadi, NU sebagai salah satu organisasi Islam terkemuka dituntut untuk lebih aktif dalam masalah kebangsaan dengan prinsip Aswaja. Meskipun selama ini NU telah diakui sebagai gerakan puritan yang berusaha untuk memisahkan Islam dari unsur-unsur lain yang bertentangan dengan al-Quran dan as-Sunnah (ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad luar Qur'an), tetapi NU masih harus memperhatikan isu-isu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan karena semua tidak dapat dipisahkan dari urusan agama (Islam). Dengan demikian, kontribusi NU terhadap bangsa dan negara akan benar-benar dirasakan.

Referensi

Diterbitkan

2020-12-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Kontekstualisasi Doktrin ASWAJA Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Umat. (2020). LABATILA : Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 4(02), 104-119. https://doi.org/10.33507/lab.v4i01.261

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama