Banalitas Empowerment Program, Perlukah Rekonstruksi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan?
DOI:
https://doi.org/10.33507/lab.v8i01.1938Kata Kunci:
Keyword: Pemberdayaan, Perempuan, Ekonomi, KeluargaAbstrak
Tujuan dari penulisan ini untuk menggali dan menggungkapan program pemberdayaan pemerintah yang tidak tepat sasaran. Ketidaksetaraan gender membatasi peran perempuan untuk mengakses berbagai sumber daya. Keterbatasan ini menyebabkan perempuan menjadi lebih rentan terhadap kemiskinan. Keikutsertaan perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga penting mendapatkan dukungan dari pemerintah. Sesuai amanat Permendagri Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Tulisan ini merupakan penelitian non doktrinal dengan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah Program pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan di wilayah eks Karesiden Banyumas telah dilakukan, namun serapan dana dalam program tersebut masih belum optimal. Salah satu faktor utama penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan aparatur setempat dalam menyusun rancangan anggaran, kurang menggali Asset Based Comunities dari desa tersebut sehingga program pemberdayaan perempuan mengalami banalitas, sasaran dana yang seharusnya dapat dipergunakan dengan maksimal realitasnya sangat lambat, tidak tepat sasaran. Hasil temuan Penelitian ini, dengan Adanya pemberdayaan perempuan melalui ekonomi produktif melalui kelompok di desa lebih dirasakan manfaatnya untuk keluarga, para anggota dapat memperoleh dan mencukupi kebutuhan hidup mereka secara cepat dengan adanya pengelolaan dana di kelompok komunitas mereka seperti KUB (kelompok Usaha bersama) Berkah Jaya dan juga Bank Sampah Inyong, pemerintah perlu melakukan rekonstruksi dalam program pemberdayaan kepada masyarakat tidak hanya melalui sistem top down namun hal yg dibutuhkan adalah bottom up sehingga kebutuhan local wisdom (kearifan lokal) dari masing masing kelompok didesa dapat tercapai dengan baik.
Keyword: Pemberdayaan, Perempuan, Ekonomi, Keluarga





1.png)


