KONTROVERSI PEMIKIRAN IGNAZ GOLDZIHER TENTANG HADIS: ANTARA KRITIK MUSLIM DAN HEGEMONI ORIENTALIS
DOI:
https://doi.org/10.33507/qxwzeq29Keywords:
Qur’anic Exegesis, Malay World, Identity, Dynamics, ComparativeAbstract
Artikel ini mengkaji tafsir Al-Qur'an di dunia Melayu dengan fokus pada definisi, identitas, dan dinamika perkembangannya. Studi ini menekankan bahwa tradisi tafsir di wilayah Melayu menunjukkan karakteristik yang khas dibandingkan dengan dunia Arab dan wilayah Islam lainnya. Identitas tafsir Al-Qur'an Melayu tercermin dalam penggunaan bahasa lokal, konteks sosial, dan pendekatan ilmiah yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Lebih lanjut, artikel ini mengkaji upaya tafsir di negara-negara berbahasa Melayu seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, dengan menyoroti kontinuitas dan divergensi dalam metode, gaya, dan tujuan tafsir. Dengan menggunakan pendekatan komparatif, studi ini memberikan tinjauan komprehensif tentang kontribusi dunia Melayu terhadap warisan global tafsir Al-Qur'an, sekaligus menggarisbawahi pentingnya tradisi tafsir lokal sebagai bagian integral dari perkembangan universal tafsir Islam.





1.png)


