RELASI BUDAYA DAN AGAMA DALAM TRADISI SELAMETAN BUMI DI DESA MADURETNO DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-MARAGHI

Penulis

  • Hesti Ratna Kuntari IAINU Kebumen
  • Fikria Najitama IAINU Kebumen
  • Wahyuni Shifatur Rohmah IAINU Kebumen

Kata Kunci:

Syukur, Selametan Bumi, Pemahaman Al-Qur’an, Budaya

Abstrak

Selametan Bumi adalah salah satu bentuk ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh masyarakat Desa Maduretno, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tulisan ini bertujuan untuk memahami praktik Selametan Bumi yang dilakukan di desa tersebut serta menganalisisnya dari perspektif tafsir Al-Maraghi. Metode Tulisan yang digunakan adalah metode tahlili, yakni pendekatan penafsiran Al-Qur'an yang menjelaskan berbagai aspek secara detail, berdasarkan urutan surah (tartib as-surah). Metode ini mencakup analisis kandungan ayat maupun surat secara terperinci. Tulisan ini juga menggunakan pendekatan library research dengan mengumpulkan data kepustakaan yang dilengkapi wawancara lapangan untuk mendukung hasil analisis. Hasil Tulisan menunjukkan bahwa tradisi Selametan Bumi di Desa Maduretno melibatkan pelaksanaan doa bersama di mushola melalui pembacaan doa tahlil. Tahlil ini ditujukan kepada para leluhur yang telah wafat, terutama almarhum dan almarhumah yang pernah menjadi pengurus atau tokoh penting desa. Acara dilanjutkan dengan ritual "lempar sambal goak" dan diakhiri dengan doa penutup. Tradisi ini terus dipertahankan sebagai upaya melestarikan warisan budaya lokal yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-27

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

RELASI BUDAYA DAN AGAMA DALAM TRADISI SELAMETAN BUMI DI DESA MADURETNO DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-MARAGHI. (2024). KAWRUH: Jurnal Kajian Syariah, Ushuluddin, Dan Dakwah, 2(2), 101-113. https://ejournal.iainu-kebumen.ac.id/index.php/KAWRUH/article/view/2654

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama