Abstract

Strategi komunikasi pemerintah yang tepat menjadi keniscayaan dalam penanggulangan kemiskinan di Kebumen. Terlebih menyusul OTT KPK pada 2016 saat Kebumen masuk deretan kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui strategi pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan daerah. Penelitian yang menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif ini mengungkap bahwa pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten memilih strategi komunikasi yang tepat dalam penanggulangan kemiskinan di Kebumen dengan memanfaatkan media sosial dan website yang dimiliki instansi atau lembaga terkait. Di era digital media, komunikasi pemerintah  memang tidak cukup hanya menyampaikan informasi saja, tetapi harus dikelola secara terintegrasi  dengan membangun sinergitas dan koordinasi antara K/L  (kantor/lembaga). Sinergitas ini terkait data dan informasi kebijakan serta program lintas sektor. Di samping itu menghapus sekat-sekat sektoral, sehingga dapat mendukung   conversation digital media  guna memenangkan pertempuran udara sekaligus menciptakan atmosfir yang kondusif terkait citra positif  kinerja pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan di Kebumen. Selain memperhatikan aktor, media dan efek yang timbul, strategi komunikasi yang digunakan tersebut  juga partisipatif dengan melibatkan masyarakat untuk dialog secara langsung. Antara lain dengan mendatangkan pejabat pusat untuk menyampaikan program penanggulangan kemiskinan di Kebumen secara langsung kepada masyarakat dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui bupati atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD).