MENGUAK MITOS TAHUN DUDA DARI CATATAN PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI KABUPATEN PATI
DOI:
https://doi.org/10.33507/an-nidzam.v5i1.168Kata Kunci:
Tahun Duda, Catatan Pernikahan, Metode ‘UrfAbstrak
Dalam masyarakat Jawa terdapat kepercayaan bahwa ketika terdapat sepasang
orang yaitu pria dan wanita dewasa melakukan pernikahan pada tahun yang
tidak memiliki pasangan pasaran dalam siklus satu windu kalender jawa, akan
mengakibatkan perceraian. Karena ada akibat perceraian maka tahun-tahun
ini dikenal dengan sebutan Tahun Duda. Tahun duda dianggap sumber masalah
retaknya sebuah hubungan pernikahan. Mereka sering sekali menghubungkan
ketidakharmonisan rumah tangga yang mereka alami adalah dikarenakan
kutukan tahun duda yang sudah menjadi akar kepercayaan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research),
artinya data yang dijadikan rujukan dalam penelitian ini adalah fakta-fakta
di lapangan.1 Dalam hal ini yaitu data-data tentang pencatatan pernikahan,
Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati yang menerima laporan
pencatatan pernikahan secara reguler setiap bulannya dari Kantor Urusan
Agama (KUA) setempat yang dibawahinya. Sehingga peneliti akan mendapatkan
keseluruhan informasi data pencatatan pernikahan di Kabupaten Pati. Adapun
teknik pengumpulan data menggunakan telaah dokumentasi dari catatan
pernikahan ditahun duda dan tahun biasa
Penelitian bersifat deskriptif analitik, yaitu penyelidikan yang menuturkan,
menganalisa dan mengklasifikasikan data secara kualitatif. Metode deskriptif
analisis itu dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diteliti
berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya.2 Untuk itu dalam
penelitian ini, dimaksudkan untuk menjelaskan mitos tahun duda dari catatan
pernikahan di kabupaten Pati.
Dalam menganalisa data akan dilakukan secara kualitatif dengan
menggunakan instrument analisis induktif dan interpretatif.3 Cara berpikir
induktif dan interpretatif ini, digunakan dalam rangka membangun konsepsi
interpretasi mengenai mitos tahun duda dari catatan pernikahan di Kabupaten
Pati.
Dari hasil data yang diperoleh menyimpulkan bahwa catatan pernikahan
yang ada di kabupaten Pati pada tahun duda ternyata masyarakat masih
mempercayai bahwa tahun duda merupakan tahun yang membawa balak oleh
karena itu harus dihindari.
Tahun duda dalam perspektif hukum Islam menggunakan metode ‘urf,
ada dua macam yaitu ‘urf shahih dan ‘urf fasid. Jika ada larangan melakukan
pernikahan pada Tahun Duda dilihat dari metode itu, maka adat tersebut
dianggap ‘urf fasid. Karena adat melarang menikah di tahun duda bukan
untuk kemaslahatan akan tetapi menimbulkan mafsadhat bagi masyarakat
khususnya masyarakat kapupaten Pati.
Referensi
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

Komunika by http://ejournal.iainu-kebumen.ac.id/index.php/An-Nidzam/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









1.png)

