Abstract

Berbicaca soal konsep ad-Din (agama) merupakan seperangkat aturan (role) yang
diakui kebenaranya, dan dijadikan patokan dalam menjalani hidup sebagai manusia.
Sedangkan ad-Din Al-Islam lebih kepada sikap taslim atau pengerahan diri sepenuhnya
seorang hamba (‘abid) dalam menjalankan ad-Din. Artike ini, melakukan kajian
dengan pola relasional agama dan kebudayaan sebagai bentuk impelemntasi dalam
rangka melaksanakan tugas tauhdic approaches secara horuzontal dan vertitakal untuk
melestarikan kehidupan di bumi sebagai amanah Allah (khalifah fi al-Ardl). Secara
realsional antara agama dan budaya, maka ketika ahli kebudayaan menjelaskan seluk
beluk kebudayaan, maka ia tidak bisa melepaskan diri dari unsur-unsur (ad-Din)
agama dan Islam sebagai jalan bagi seorang hamba yang shalih dalam menjalankan
ad-Din secara ikhlas. Kajian ini menggunakan pendekatan studi ke-Islam-an sebagai
pisau analisis. Oleh karena itu, ketika kehidupan beragama (living religion) dijelaskan,
maka tidak mungkin bisa lepas dari unsur kebudayaan sebagai living society dalam
masyarakat Islam.