Abstract

Kepemimpinan merupakan sesuatu yang sangat vital, karena merupakan motor penggerak bagi segenap sumber daya yang tersedia di lingkungan organisasi,
terutama terhadap komponen sumber daya manusia yang terdiri dari para karyawan atau tenaga personel lainnya. Sebuah madrasah juga memiliki
seseorang yang menjadi penggerak, pengelola dan pemberi keputusan yaitu kepala madrasah. Kepala madrasah tidak hanya menjadi pemimpin saja tapi
juga menjadi manajer dalam lembaga pendidikannya. Sebagai pemimpin kepala madrasah harus memiliki visi yang kuat dan memiliki tujuan yang jelas
untuk organisasinya atau mampu menjadi pemimpin yang visioner. Pemimpin visioner yaitu pemimpin yang memiliki kemampuan dalam memprediksi
tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kekuatan-kekuatan yang dimiliki, peluang-peluang yang ada, tantangan-tantangan yang harus dihadapi,
ancaman-ancaman yang sekiranya muncul dalam memajukan lembaga pendidikan serta memiliki kemampuan dalam memengaruhi orang lain
melalui interaksi individu dan kelompok sebagai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Pencapaian tujuan yang efektif dan efisien dapat disokong dengan peningkatan mutu madrasah. Hal tersebut bisa disikapi dengan menggunakan
pendekatan Total Quality Management. TQM merupakan salah satu bentuk terobosan konsep peningkatan mutu berbasis kepuasan pelanggan. Lebih
spesifiknya TQM ialah suatu pendekatan dalam usaha memaksimalkan daya saing melalui perbaikan terus menerus atas jasa, manusia, produk, dan lingkungan. Kepala madrasah dalam konteks manajemen peningkatan mutu harus mempunyai visi, kreativitas, sensitivitas, pemberdayaan (empowerment),
dan memahami tentang manajemen perubahan guna mencapai tujuan madrasah secara maksimal.