Abstract

Nilai modal manusia (human capital) suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh
jumlah populasi penduduk atau tenaga kerja kasar, tetapi sangat ditentukan
oleh tenaga kerja intelektual (brain intensif). Pendidikan dan pelatihan akan
dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang pada gilirannya dapat
meningkatkan produktivitas kerja suatu bangsa. Kesejahteraan dan keunggulan
suatu bangsa amat bergantung pada kompetensi intelektual, kecerdasan
emosional dan kecerdasan spiritual bangsanya. Untuk mewujudkan bangsa
yang makmur, sejahtera dan mampu bersaing dengan bangsa lain, maka
pendidikan yang bermutu menjadi salah satu faktor utama suatu bangsa.
Investastasi sumber daya manusia dalam dunia pendidikan harus menjadi
komitmen dan prioritas pemerintah yang harus direalisasikan melalui APBN
dan APBD sesuai dengan mandat dan amanat Undang-Undang. Disamping
itu, kesadaran masyarakat berinvestasi untuk pendidikan perlu diwujudkan
dalam bentuk keterlibatan secara aktif dalam dunia pendidikan. Adanya
komitmen dari pemerintah yang didukung oleh kesadaran masyarakat untuk
meningkatkan mutu pendidikan yang akan melahirkan bangsa yang cerdas,
maju, sejahtera dan berperadaban tinggi.