TAFSIR SURAH AN-NISA AYAT 34 TENTANG TANGGUNG JAWAB PENCARI NAFKAH DALAM PERSPEKTIF 3 MUFASSIR INDONESIA
Kata Kunci:
Nafkah, QS. An-Nisa' ayat 34, tafsirAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran dan penafsiran menurut Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marāh Labid, Prof Dr. Hamka dalam Tafsir Al- Azhār, dan Prof Dr. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbāh tentang tanggung jawab pencari nafkah dalam keluarga dilihat dari QS. An-Nisa ayat 34. Selain itu untuk mengetahui relevansi Penafsiran Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marāh Labid, Prof Dr. Hamka dalam Tafsir Al-Azhār, dan Prof Dr. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbāh tentang tanggung jawab nafkah dalam keluarga dilihat dari QS. An-Nisa ayat 34 dengan zaman sekarang.Penelitian tentang Tafsir QS. An-Nisa Ayat 34 Tentang Tanggung Jawab Pencari Nafkah Perspektif Mufassir Indonesia (Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marāh Labid, Prof Dr. Hamka dalam Tafsir Al-Azhār, dan Prof Dr. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbāh). Hasil penelitian penafsiran (Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marāh Labid, Prof Dr. Hamka dalam Tafsir Al- Azhār, dan Prof Dr. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbāh) dalam QS. An-Nisa ayat 34, suamilah yang bertanggung jawab dalam mencari nafkah dalam keluarga. Hal itu disebabkan karena suami berperan sebagai pemimpin atau kepala rumah tangga. Penafsiran (Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marāh Labid, Prof Dr. Hamka dalam Tafsir Al-Azhār, dan Prof Dr. M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbāh) dalam QS. An-Nisa ayat 34 terkait tanggung jawab pencari nafkah, masih relevan dengan zaman sekarang.






1.png)

