FENOMENA TABARRUJ DALAM MEDIA SOSIAL

Penulis

  • Nuraini Habibah IAINU Kebumen
  • Siti Sangadah

Kata Kunci:

Tabarruj, media sosial, Surah Al-Ahzab, Tafsir Al-Mishbah.

Abstrak

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memahami konsep tabarruj menurut M. Quraish Shihab, mengamati fenomena tabarruj dalam konteks saat ini, dan menghubungkannya dengan pandangan beliau tentang konsep tersebut dalam Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir tematik. Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis, dengan Tafsir Al-Mishbah sebagai rujukan utama karena relevansinya dengan topik penelitian. Sumber data sekunder meliputi karya-karya M. Quraish Shihab, artikel, jurnal, dan skripsi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabarruj menurut pandangan M. Quraish Shihab mencakup perlihatan perhiasan yang seharusnya tidak dilakukan oleh perempuan yang berakhlak baik, atau penggunaan pakaian yang tidak pantas. Larangan terhadap tabarruj termasuk dalam ajaran Al-Qur’an, seperti yang disebutkan dalam Surah Al-Ahzab ayat 33. Fenomena penggunaan media sosial juga dihubungkan dengan konsep tabarruj, di mana banyak orang menggunakan platform ini untuk memamerkan kecantikan dan perhiasan mereka dengan harapan mendapat pujian.

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-09

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

FENOMENA TABARRUJ DALAM MEDIA SOSIAL. (2024). KAWRUH: Jurnal Kajian Syariah, Ushuluddin, Dan Dakwah, 2(1), 47-63. https://ejournal.iainu-kebumen.ac.id/index.php/KAWRUH/article/view/1966

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama