RELEVANSI TAFSIR MAQASHIDI ABDUL MUSTAQIM DALAM KONTEKS ANTHROPOCENE: STUDI ANALISIS TERHADAP AYAT-AYAT EKOLOGI
Keywords:
Maqāṣidī exegesis, ecology, Anthropocene, Qur’an, environmentAbstract
Jurnal ini membahas pendekatan tafsir maqāṣidī terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ekologi dalam konteks krisis lingkungan era Anthropocene, yakni masa ketika aktivitas manusia menjadi faktor dominan perubahan bumi, seperti pemanasan global, polusi, dan deforestasi. Tujuan penelitian adalah menganalisis aktualisasi pesan ekologis Al-Qur’an melalui tafsir maqāṣidī dengan fokus pada tiga ayat: QS. al-Baqarah [2]:11 tentang larangan fasād, QS. ar- Raḥmān [55]:7–8 mengenai keseimbangan (mīzān), dan QS. at-Tīn [95]:4 tentang kemuliaan manusia sebagai khalifah. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis tematik (mawḍū‘ī) melalui prinsip maqāṣid al-sharī‘ah seperti ḥifẓ al-nafs (penjagaan jiwa), ḥifẓ al-bi’ah (penjagaan lingkungan), dan maṣlaḥah (kemaslahatan umum). Hasilnya menunjukkan bahwa tafsir maqāṣidī menegaskan tujuan universal syariat dalam menjaga kelestarian hidup, mewujudkan keadilan ekologis, dan menumbuhkan tanggung jawab moral manusia. Dengan demikian, pendekatan ini dapat membentuk fondasi etika lingkungan Islam yang relevan dalam menjawab tantangan ekologis kontemporer.






1.png)

