Abstract

Pembelajaran di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang mengalami perkembangan yang signifikan, terlihat dari penanaman nilai religius dalam pembelajaran pendidikan agamayang efektif dengan menyentuh dampak pembelajaran (instructional effect) tanpa meninggalkan dampak pengiringnya (nurturant effect). Hal ini diintegrasikan dengan senantiasa meningkatkan peran pendidikan agamadalam upaya menumbuhkan karakter religius peserta didiknya. Internalisasi nilai-nilai religius pada pembelajaran PAI di sekolah menggunakan pendekatan penalaran moral, yakni pembelajaran yang ditempuh dengan pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral melalui proses internalisasi dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran di kelas dan dalam program pengembangan diri dan budaya di sekolah. Proses internalisasi nilai religius dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran PAI di kelas dilakukan dengan prosedur pada setiap unsur kegiatan pembelajaran. Proses internalisasi nilai religius dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran PAI di kelas dapat mengusahakan berbagai metode seperti menggunakan model pembelajaran bermain peran. Adapun proses internalisasi nilai religius dalam program pengembangan diri dan budaya di sekolah pada peserta didik Muslim dilakukan melalui kegiatan rutin, spontan dan pengkondisian menggunakan strategi pembiasaan melalui tahapan berpikir, perekaman, pengulangan, penyimpanan, pengulangan serta kebiasaan menjadi karakter