DAYA SAING OTT (OVER THE TOP) E-COMMERCE INDONESIA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL

  • laba tila
  • Abdullah Abdullah

Abstract

Dewasa ini pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia mulai merambah ke berbagai sektor usaha. Persaingan bisnis yang berbasis online makin ketat menyaingi pelaku bisnis konvensional di pasar-pasar tradisional maupun super market. Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA- Indonesian e-commerce association) telah menghimpun anggota dari berbagai sektor bisnis online antara lain: 7 Bank, 18 Classified Ads, 6 Daily Deals, 1 direktori, 29 infrastruktur, 20 logistik, 54 market place, 104 online retail, 21 payment gateway dan 18 travel. Tantangan yang dihadapi oleh  278 pelaku usaha OTT (Over The Top) e-commerce Indonesia saat ini adalah kemampuan daya saing mereka dengan pelaku bisnis e-commerce asing yang merambah banyak negara dengan tanpa adanya batas-batas wilayah teritorial kenegaraan. Pelaku bisnis e-commerce dengan bebas menjual produknya melalui media online dan mengendalikan bisnisnya dari negara asalnya. Bukan sekedar persaingan harga, tapi keberagaman dan kualitas produk menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang bebas memilih produk impiannya. Dalam kajian daya saing OTT e-commerce ini, secara kualitatif memetakan kondisi dan kemampuan e-commerce Indonesia dalam menghadapi tantangan dan persaingan Global.

Metode yang dilakukan dalam kajian daya saing OTT e-commerce ini melalui FGD (Focus Group Discussion) yang menghadirkan 1 orang komisaris dan 5 orang pengurus idEA yang juga sekaligus mewakili para pelaku bisnis e-commerce di Indonesia. Dari pelaksanaan kegiatan observasi dan analisis SWOT pada Bulan November 2016 hingga Maret 2017 dan pelaksanaan FGD pada Bulan Desember 2016 dirumuskan rekomendasi berupa pemetaan daya saing OTT e-commerce Indonesia terhadap e-commerce asing.

Simpulan dari kajian daya saing OTT e-commerce ini melahirkan rekomendasi kebijakan sebagai usulan bagi pemerintah Republik Indonesia yang disampaikan oleh IDEA yang terbagi dalam 7 pilar roadmap e-commerce antara lain: logistic services, financing for startups, consumer protection, communication infrastructure, tax in e-commerce businesses, the education and human resources sector, dan cyber security.

Published
2019-03-06