Abstract

Perkembangan Media Informasi mengubah dinamika kehidupan dari segala sisikehidupan. Tentu, media sosial ini masih dekat hubungannya dengan laki-laki. Peran perempuan dalam hal perkembangan teknologi masih minoritas. Pandangan masyarakat masih konservatif melihat perempuan yang masih didominasi  dalam segalahal oleh laki-laki. Postfeminisme melihat bahwa identitas dapat menguatkan diri perempuan atas patriarki laki- laki karena identitas bukanlah “pemberian” tetapi dibentuk. Media sosial menjadi sarana perempuan untuk membuktikan  bahwa merekadapat mengaktualisasi diri mereka dengan baik melalui pembentukan identitas yang solid didalamnya sehingga ketimpangan sosial dalam komunitas virtual dapat diatasi. Dengan demikian, fungsi media sosial dalam penghubung komunikasi diantara laki-laki dan perempuan  dapat terlaksana.  Bahkan, diharapkan pula perempuan yang aktif beradadalam dinamika media sosial berikut derasnya arus informasi yang ada didalamnyadapat membuat perempuan lebih kuat secara status dan dapat mengatasi  problematika dominasi-marjinal dalam dunia virtual ini.