Abstract

Kepribadian guru sangat mempengaruhi keberhasilan proses dan hasil pendidikan. Guru profesional harus memenuhi kompetensi kepribadian sebagaimana disyaratkan dalam Undang-Undang. Paradigma ilmu sosial profetik yang memiliki 3 (tiga) dimensi yaitu transendensi, liberasi, dan humanisasi sangat layak digunakan sebagai pendekatan (approach) dalam mengembangkan konstruk kepribadian guru yang dapat diwujudkan dalamĀ  indikator pembinaan maupun penilaian kompetensi kepribadian guru. Dimensi transendensi memberikan acuan supaya guru memiliki pribadi transenden yang selalu mendasarkan nilai-nilai keTuhanan dalam menjalankan aktivitas profesionalnya. Guru hendaknya memiliki kekuatan spiritual yang tinggi untuk mendukung keberhasilan proses pendidikan. Dimensi liberasi memberikan acuan supaya guru memiliki semangat dan jiwa pembebas, dalam hal ini pembebas dari kebodohan bagi murid dan masyarakat di sekitarnya. Dimensi humanisasi memberikan acuan kepada guru untuk memiliki kepribadian yang humanis, memiliki sikap dan pandangan yang objektif dan menyeluruh baik fisik maupun moral dalam mendidik murid-muridnya sehingga mampu menghadirkan iklim yang kondusif dalam kegiatan pembelajaran.