Abstract

Pemikiran Soekarno tentang Nasionalisme banyak mendapat pertentangan dari berbagai kalangan masyarakat Islam, karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam dan memecah belah umat. Anggapan tersebut tentunya kurang berdasar karena hanya menilai dari paham Nasionalisme secara umum. Sedangkan pendidikan Islam sendiri menilai Nasionalisme Sukarno sesuai dengan tujuan dan arah pendidikan Islam. Subtansi nasionalisme Soekarno mengarah pada pembebasan, patriotisme, kemanusiaan, pluralisme, demokratisasi serta persatuan. Nasionalisme Soekarno dengan berbagai bentuk implikasinya yaitu patriotisme, persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan bangsa, pluralisme, humanisme  dan  kasih  sayang, pembebasan, mempunyai nilai relevansi dengan keberadaan pendidikan Islam, baik dalam dari segi tujuan pendidikan Islam maupun ruang lingkupnya.