Abstract

Metode tafsir al-Qur’an yang selama ini ada lebih banyak ditujukan dan hanya
dapat dikonsumsi oleh orang dewasa baik dari pelajar, mahasiswa, dosen
maupun para cendekiawan, dan belum pernah menyentuh pada objek anakanak.
Padahal dunia orang dewasa jelas berbeda dengan dunia anak, anak
dengan kegemarannya bermain jelas memiliki dunia yang lain.
Bagaimana menyajikan sebuah metode tafsir al-Qur’an yang dapat
di konsumsi oleh anak adalah ide dan gebrakan baru dalam bidang dunia
keilmuan tafsir pada umumnya dan dalam dunia Pendidikan Agama Islam
(PAI ) pada khususnya, terutama kajian pendidikan tafsir al-Qur’an. Karena
iru, Afif Muhammad hair melalui karya tafsirnya dengan tema Tafsir Al-Qur’an
untuk Anak-Anak.
Karya Afif Muhammad ini yang lahir sebagai respon terhadap kepedulian
dunia pendidikan anak, khususnya dalam bidang pendidikan tafsir al-Qur’an
ini dinilai sebagai karya baru, hal ini terbukti dengan masih minimnya
literatur- literatur yang membahas tentang tafsir al-Qur’an untuk anak.
Permasalahannya kemudian adalah bagaimana metode penafsiran yang yang
ditawarkan oleh Afif Muhammad dalam karyanya dan yang terpenting lagi
adalah bagaimana menyajikan karakteristik tafsir al-Qur’an yang ideal untuk
anak dalam prespektif keilmuan PAI (Pendidikan Agama Islam)?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijmāli dengan gaya bahasa
dialogis dalam Tafsir al-Qur’an untuk Anak-anak dapat dijadikan solusi
untuk memperbaiki metode ceramah yang selama ini ada di dalam PAI agar
tercipta hubungan timbal balik yang dinamis dan efektif antara pendidik
dengan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Metode komik dalam
Tafsir al-Qur’an untuk Anak-anak adalah karakteristik yang menonjol dalam
metode studi tafsir al-Qur’an untuk anak sehingga dapat dimanfaatkan oleh
para pendidik dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas maupun para
cendekiawan yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan anak.