Abstract

Deradikalisasi agama masih terus dilakukan oleh semua kalangan peneliti di
perguruan tinggi di Indonesia. Isu krusial yang menjadi sense of crisis peneliti
dikarenakan maraknya gerakan radikalisme agama dan terorisme yang mulai
masuk di lingkungan kampus di Indonesia. Di Perguruan Tinggi Purwokerto
juga mulai dimasuki faham radikal ini, bahkan sebagian Dosen dan mahasiswa
di Unsoed terprofokasi oleh faham radikalisme dan akhirnya bergabung
dengan gerakan terorisme yang berasal dari aliran Islam keras dan ekstrim.
Oleh karena itu, peran dan strategi perguruan tinggi sangat penting dalam
menanggulanginya. Tujuan penelitian ini menemukan pola-pola penyebaran
paham radikalisme di kalangan mahasiswa dan civitas akademika Unsoed
dan IAIN Purwokerto sehingga dapat diantisipasi dan dilakukan pencegahan
oleh kedua perguruan tinggi ini. Kedua merumuskan strategi Unsoed dan IAIN
Purwokerto dalam uapaya menanggulangi faham radikalisme dan tindakan
terorisme di kalangan civitas akademika dan masyarakat. Peran dan
strategi kedua kampus ini berangkat dari visi dan misi melalui peran internal
dan eksternal, intra dan ekstrakurikuler dengan menggali hidden curriculum
anti radikalisme dalam rangka mencegah faham radikal di kalangan mahasiswa
dan masyarakat Banyumas. Metode Penelitian yang digunakan adalah
penelitian kualitatif, deskriptif dengan pendekata radikalisme agama.