Abstract

Pemimpin yang tidak sejalan dengan kebiasaan berarti pemimpin
tersebut berada di simpang jalan. Faktor penyebab pemimpin tidak
wajar tersebut dipengaruhi oleh gangguan-gangguan diri. Oleh sebab,
sebuah gangguan diri bisa menyerang kapanpun, dimanapun, dan
siapapun. Pemimpin yang sayogyanya bisa menjadi suri tauladan bagi
bawahannya, terpaksa dikucilkan dan dikerdilkan karena gangguangangguan
kepribadian yang tidak kunjung diatasi. Langkah-langkah
untuk mencegah dan juga bisa sebagai penanganan pribadi yang
sudah terkena gangguan kepribadian adalah mendekatkan diri kepada
Sang Pencerah. Karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk
yang dipenuhi dengan nilai spiritual. Oleh karena pencegahan
gangguan kepribadian dengan kajian psikologi islam atau nilai-nilai
spiritual islam. Salah satu diantaranya adalah seorang pemimpin
mengaplikasikan nilai-nilai spritual lagu “Tombo Ati” : pertama, moco
Qur’an sak maknane (membaca al-Qur’an dan maknanya), kedua,
weteng siro kudu luwe (puasa), ketiga, shalat wengi lakonono (shalat
tengah malam), keempat, dzikir wengi ingkang suwe (dzikir yang lama),
kelima, Wong kang Soleh kumpulono (berkumpul dengan Orang Solih).