Abstract

Penghimpunan Dana Zakat (Fundraising) merupakan salah satu kewajiban dari sebuah lembaga amil zakat. BAZNAS Kabupaten Banyumas dalam upaya
peningkatan pengumpulan dana zakat telah berhasil. Hal ini dapat dilihat semakin meningkatnya dana zakat setiap tahunnya dalam kurun waktu 3
tahun terakhir. Pada tahun 2015 UPZ BAZNAS Kabupaten Banyumas berhasil menghimpun dana zakat, infaq, dan shadaqah sejumlah Rp. 3.813.066.645,-
yang semula merencanakan Rp 2,5M, namun realisasinya meningkat 65,6% dari jumlah rencana target. Sedangkan pada tahun 2016 UPZ BAZNAS
Kabupaten Banyumas berhasil menghimpun dana zakat, infaq, shadaqah sejumlah Rp. 6.237.364.537,- yang semula menargetkan pada tahun 2016
sejumlah Rp 5M, namun realisasinya meningkat 80,2%. Pada tahun 2017 UPZ BAZNAS Kabupaten Banyumas memperoleh penghimpunan dana zakat, infaq,
shadaqah sejumlah Rp 7.091.484.138,- dari 248 muzakki yang mengalami peningkatan dari jumlah muzakki sebelumnya yaitu 185 muzakki (2015)
dan 226 muzakki (2016). Data ini menunjukkan ada peningkatan prosentase jumlah dana yang dikumpulkan setiap tahunnya, yakni 2015 sebesar 45%
dari tahun sebelumnya, 2016 sebesar 38% dan 2017 sebesar 12%. Strategi penghimpunan dana zakat yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Banyumas
sehingga berhasil meningkatkan jumlah dana zakat yang dikumpulkan setiap tahunnya, antara lain yaitu sosialisasi dan edukasi berzakat, penguatan
kualitas amil dan pengurus pengumpul zakat, transparansi dan keterbukaan penggunaan dana zakat terhadap muzakki, dan sinergisitas program BAZNAS
dengan berbagai pihak. Selain strategi di atas, faktor pendukung keberhasilan BAZNAS Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan jumlah dana zakat yaitu
peran Bupati dalam ikut serta mensosialisasikan dan menginstruksikan kewajiban membayar zakat terhadap ASN, anggota TNI/Polisi, Karyawan
BUMN/BUMD, dan anggota DPRD. Namun dalam hal ini juga menjadi faktor kelemahan BAZNAS Kabupaten Banyumas karena sampai saat ini belum ada
PERDA yang mengatur secara tertulis mendukung program BAZNAS.